1. Perusahaan multinasional
Perusahaan
multinasional adalah perusahaan yang selain beroperasi secara dosmetik
(bertindak sebagai perusahaan induk) juga mempunyai hubungan
afiliasi dengan perusahan-perusahaan di Negara lain. Perusahaan di
berbagai Negara tersebut pada hakekatnya berada dibawah pemilikan atau
penguasaan yang sama dan kurang lebih dikendalikan oleh perusahaan induk di
kantor pusat.
Ciri – ciri perusahaan multinasional antara
lain :
a. Lingkup kegiatan income generating
(perolehan pendapatan) perusahaan multinasional melampau batas- batas Negara.
b. Perdagangan dalam perusahaan
multinasional kebanyakan terjadi di dalam lingkup perusahaan itu sendiri,
walaupun antarnegara.
c. Control terhadap pemakaian teknologi
dan modal sangat diutamakan mengingat kedua factor tersebut merupakan
keuntungan kompetitif perusahaan multinasional.
d. Pengembangan system managemen dan
distribusi yang melintasi batas-batas Negara, terutama system modal ventura,
lisensi dan franchise.
Karakter Perusahaan Multinasional :
a. Membentuk cabang – cabang di luar
negeri.
b. Visi dan strategi yang digunakan untuk
memproduksi suatu barang bersifat global (mendunia), jadi perusaan tersebut
membuat atau menghasilkan barang yang dapat digunakan di semua negara.
c. Lebih cenderung memilih kegiatan
bisnis tertentu, umumnya manufaktur.
d. Menempatkan cabang pada negara –
negara maju.
Kehadiran anak
perusahaan bagi negara cabang banyak memberikan keuntungan untuk negara
tersebut diantaranya pemberian pajak untuk perusahaan tersebut yang cukup
besar. Tidak hanya itu, dengan adanya suatu anak perusahaan dinegara lain,
berarti sedikit membantu membuka peluang kerja bagi penduduk yang belum kerja
dinegara tersebut.
2. PERPAJAKAN
Sebuah perusahaan bisa melakukan bisnis
internasional dengan cara mengirimkan barang dan jasa atau dengan melakukan
investasi asing langsung atau tidak langsung. Ekspor jarang sekali memicu
potensi pajak di negara yang melakukan impor, karena sulit sekali bagi negara
pengimpor untuk menetapkan pajak yang dikenakan atas eksportir luar
negeri.Pengelolaan pengungkapan pajak yang efektif atas potensi pajak
memerlukan adanya pemahaman sistem-sistem pajak nasional yang sangat berbeda
dari suatu negara ke negara lain. Perbedaan berkisar dari jenis pajak dan beban
pajak hingga perbedaan dalam penilaian pajak dan filosofi penagihan.
Jenis Pajak
Sebuah
perusahaan yang beroperasi di luar negeri berhadapan dengan bermacam-macam
pajak. Pajak langsung, seperti pajak penghasilan, mudah untuk dikenali dan
biasanya diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan. Pajak tidak langsung,
seperti pajak pemakaian, tidak terlalu mudah untuk dikenali atau tidak sering
diungkapkan. Bisanya pajak tersebut dimasukkan dalam “biaya dan pengeluaran
lain-lain”.
Pajak
Penghasilan Perusahaan, mungkin digunakan secara lebih luas untuk menghasilkan
pendapatan bagi pemerintah dibandingkan dengan pajak utama lainnya dengan
kemungkinan pengecualian untuk bead an cukai.
Pajak yang
dipungut dari sumbernya adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap
dividen, bunga, dan pembayaran royalty yang diterima oleh investor asing.
Pajak
pertambahan nilai merupakan pajak konsumsi yang ditemukan di Eropa dan Kanada.
Pajak ini umumnya dikenakan terhadap nilai tambah dari setiap tahap produksi
atau distribusi. Pajak ini berlaku untuk total penjualan dikurangi dengan
pembelian dari unit penjual perantara.
Pajak
perbatasan seperti bea cukai dan bea impor umumnya ditujuan untuk menjaga agara
barang domestic dapat bersaing harga dengan barang impor. Dengan demikian pajak
yang dikenakan terhadap impor umumnya dilakukan secara parallel dan pajak tidak
langsung lainnya dibayarkan oleh produsen domestic barang yang sejenis.
Pajak pengiriman merupakan contoh lain pajak tidak
langsung lainnya. Pajak ini dikenakan terhadap pengalihan (transfer) objek
antarpembayar pajak dan dapat menimbulkan pengaruh yang penting terhadap
keputusan bisnis seperti struktur akuisisi.
Beban Pajak
Perbedaan dalam
keseluruhan beban pajak sangat penting dalam bisnis internasional. Beragam
tarif resmi dari pajak penghasilan merupakan sumber penting perbedaan-perbedaan
tersebut. Namun, perbedaan tarif pajak hanya mengungkapkan sebagian ceritanya.
Banyak pertimbangan lain yang mungkin memengaruhi beban pajak efektif bagi
perusahaan-perusahaan multinasional.
Ketika semakin
banyak perusahaan yang mengurangi tarif pajak perusahaan marginal, banyak pula
negara yang memperluas dasar pajak perusahaan. Dalam dunia nyata tarif pajak
efektif jarang sekali sama dengan tarif pajak nominal. Dengan demikian tidaklah
tepat untuk mendasarkan perbandingan antarnegara pada tarif pajak wajib saja.
Lagipula tarif pajak yang rendah tidak selalu berarti beban pajak yang lebih
rendah. Secara internasional beban pajak harus selalu ditentukan dengan
mengamati tarif pajak efektif.
Sistem Administrasi Pajak
Sistem
penilaian pajak nasional juga memengaruhi beban pajak relatif. Beberapa sistem yang
penting digunakan saat ini. Untuk memudahkannya, kami hanya akan membahas
sistem klasik dan terintegrasi.
Sistem Klasik
Pajak
penghasilan perusahaan pada penghasilan kena pajak dibayarkan pada tingkat
perusahaan dan tingkat pemegang saham.
Sistem Terintegrasi
Pajak-pajak
perusahaan dan pemegang saham diintegrasikan untuk mengurangi atau
menghilangkan pajak ganda atas penghasilan perusahaan.
Insentif Pajak Asing
Banyak negara
memberikan insentif pajak untuk menarik investasi asing. Insentif dapat berupa
hibah tunai bebas pajak yang digunakan untuk biaya aktiva tetap dari proses
industri baru atau pengampunan untuk membayar pajak selama beberapa periode
waktu.
Persaingan Pajak yang Berbahaya
Trend diseluruhh
dunia yang mengarah pada penurunan tarif pajak penghasilan perusahaan merupakan
dampak langsung kompetisi pajak. Kompetisi yang dilakukan oleh negara surga
pajak akan bermanfaat jika dapat membuat pemerintah menjadi lebih efisien.
Sedangkan dampaknya berbahaya jika mengalihkan pendapatan pajak bagi pemerintah
yang sebenarnya memerlukan pendapatan tersebut untuk menyediakan jasa yang
dibutuhkan oleh kalangan usaha.
Penyelarasan Internasional
Dengan adanya perbedaan dalam sistem pajak di
seluruh dunia, penyelarasan global atas kebijakan pajak mungkin akan berguna.
Perusahaan-perusahaan multinasional, yang dibebani oleh perbedaan pajak-pajak
nasional, mengobarkan penekanan atas perbaikan pajak internasional. Uni Eropa
mengeluarkan banyak kekuatan dalam kasus ini karena mereka bekerja untuk
menciptakan sebuah pasar tunggal. Pengenalan Uni Eropa atas mata uang tunggal;
euro, menyoroti perbedaan pajak di antara anggotanya.
Kredit Pajak
Asing
Kredit pajak asing bisa dihitung sebagai kredit
langsung atas pajak penghasilan yang dibayarkan atas laba cabang atau anak
perusahaan dan setiap pajak yang dipungut pada sumbernya seperti deviden,
bunga, dan royalti yang dikirimkan kembali kepada investor domestik. Kredit
pajak juga dapat diperkitakan jika jumlah pajak penghasilan luar negeri yang
dibayarkan tidak terlampau jelas.
Batasan-batasan
Kredit Pajak
Untuk mencegah
kredit pajak asing yang menutupi pajak-pajak atas penghasilan bersumber
domestik, banyak negara yang menetapkan batasan menyeluruh pada jumlah pajak
asing yang bisa dikreditkan setiap tahun. Amerika Serikat, misalnya, membatasi
kredit pajak hingga pada proporsi pajak Amerika Serikat yang setara dengan
rasio penghasilan bersumber asing kena pajak dari pembayar pajak hingga
penghasilan kena pajak global pada tahun tersebut.
Batasan-batasan
kredit asing yang terpisah berlaku untuk pajak-pajak Amerika Serikat pada
penghasilan bersumber asing kena pajak dari masing-masing jenis penghasilan
berikut:
1.
Penghasilan pasif (misalnya, penghasilan berjenis investasi, seperti deviden,
bunga, royalti, dan biaya sewa)
2. Penghasilan
umum (semua jenis lainnya)
Perjanjian
Pajak
Walaupun kredit
pajak asing melindungi penghasilan bersumber asing dari pajak ganda (pada
beberapa tingkatan), perjanjian pajak bisa lebih jauh. Para penanda tangan
perjanjian tersebut biasanya setuju mengenai bagaimana pajak dan itensif pajak
akan ditetapkan, dihormati, dibagi, atau bahkan dihilangkan dari penghasilan
bisnis yang didapatkan dalam salah satu yuridiksi pajak oleh masayarakat atau
orang lain. Jadi, sebagian besar perjanjian pajak antara negara penyelenggara
dan negara asal menetapkan bahwa laba yang didapatkan oleh perusahaan domestik
di negara penyelenggraa harus terkena pajak hanya jika perusahaan tersebut bisa
menjaga perusahaannya di sana.Perjanjian pajak juga mempengaruhi pajak pungutan
atas deviden, bunga dan royalti yang dibayarkan oleh perusahaan di suatu negara
kepada pemegang saham asing. Perjanjian ini biasanya memberikan pengurangan
timbal balik atas pajak pungutan deviden dan seringkali mengecualikan royalti
dan bunga dari pajak pungutan.
Dimensi-Dimensi Perencanaan Pajak
Dalam
perencanaan pajak, perusahaan-perusahaan multinasional memiliki keuntungan yang
nyata atas perusahaan-perusahaan domestik karena memiliki lebih banyak
fleksibilitas geografis dalam menempatkan sistem produksi dan distribusi
mereka.
Pengamatan atas
masalah perencanaan pajak dimulai dengan dua hal dasar :
1.
Pertimbangan pajak seharusnya tidak pernah mengendalikan strategi usaha/bisnis.
Kekuatan keuangan atau operasional dari transaksi bisnis harus berdiri sendiri.
2.
Perubahan hukum pajak secara konstan membatasi manfaat perencanaan pajak dalam
jangka panjang
Pertimbangan Organisasional
Dalam
mengenakan pajak kepada penghasilan bersumber asing, banyak yurisdiksi
perpajakan yang berfokus pada susunan organisasional dari suatu operasi asing.
Sebuah cabang biasanya dianggap sebagai perluasan dari perusahaan induk. Maka,
penghasilannya langsung digabungkan dengan penghasilan dari perusahaan induk
dan sepenuhnya terkena pajak pada tahun tersebut. Keuntungan dari suatu anak
perusahaan asing biasanya tidak dikenakan pajak hingga keuntungan tersebut
dikembalikan. Pengecualian pada aturan umum ini dijelaskan dalam bagian
selanjutnya.
Jika operasi awal di luar negeri diperkirakan mengalami
kerugian mungkin akan menguntungkan secara pajak apabila diorganisasikan secara
cabang pada tahap awal. Jika anak perusahaan diorganisasikan di sebuah negara
surga pajak yang tidak mengenakan pajak sama sekali, maka penangguhan pajak
akan semakin terlihat menarik.
Perusahaan
Asing Terkendali dan Penghasilan Subpart F
Ingatlah bawah
di Maerika Serikat, layaknya negara-negara lain yang menggunakan prinsip
perpajakan global, penghasilan anak perusahaan asing tidak kena pajak oleh
perusahaan induk hingga dikembalikan sebagai deviden yang disebut juga prinsip
pengangguhan. Tempat-tempat bebas pajak memberikan perusahaan-perusahaan
multinasional sebuah kesempatan untuk menghindari repatriasi dan pajak-pajak
negara asal dengan menempatkan transaksi dan mengakumulasi keuntungan dalam
anak perusahaan “brassplate”. Transaksi-transaksi ini tidak memiliki pekerjaan
atau tugas yang nyata. Penghasilan yang didapatkan pada transaksi tersebut
bersifat pasif, bukan aktif.
Amerika Serikat menutup lubang kelemahan ini dengan
Perusahaan Luar Negeri yang dikendalikan dan provisi laba Subbagian F. Laba
Subbagian F mencakup beberapa pendapatan penjualan dan jasa dengan pihak
berhubungan istimewa.
Keputusan-keputusan
Pembiayaan
Tata cara
dimana operasi-operasi asing dibiayai juga bisa dibentuk oleh
pertimbangan-pertimbangan pajak. Hal-hal lain yang setara, pengurangan pajak
dari utang, yang meningkatkan laba setelah pajak pada ekuitas, meningkatkan
daya pikat pembiayaan utang dalam negara-negara berpajak tinggi. Di mana peminjaman
mata uang lokal dibatasi oleh pemerintah lokal yang memerintahkan adanya
tingkat minimum pada infusi ekuitas oleh perusahaan induk asing, peminjaman
perusahaan induk untuk membiayai infusi modal ini bisa mendapatkan akhir yang
sama, berujung pada yurisdiksi pajak dari perusahaan induk yang mengizinkan
agar bunga bisa didedukasi.
Perusahaan afiliasi pendanaan luar negeri juga
dapat digunakan untuk mengalihkan laba dari negara dengan pajak tinggi yang
menjadi lokasi induk perusahaan atau perusahaan afiliasike negara yang
yurisdiksi pajak rendah tempat perusahaan afiliasi yang memberikan pendanaan.
Penyatuan
Kredit Pajak
Penyatuan penghasilan dari berbagai sumber
memungkinkan kelebihan kredit yang dihasilkan dari negara dengan tarif pajak
tinggi untuk mengurangi laba yang diterima dari wilayah dengan tarif pajak
rendah.kelebihan kredit pajak dapat diperluas untukpajak-pajak yang dibayarkan
berkaitan dengan deviden yang dibagikan oleh perusahaan luar negeri lapis kedua
dan ketiga dalam suatu jaringan perusahaan multinasional.
Menyatukan
Perencanaan Pajak Internasional
Untuk bisa
mencapai integrasi perencanaan pajak internasional, penasihat pajak menyarankan
langkah-langkah berikut:
1.
Mencari advis pajak dalam setiap yurisdiksi yang relevan.
2.
Mengomunikasikan semua fakta kepada setiap penasihat pajak.
3.
Menunjuk penasihat pajak tunggal untuk berkoordinasi dan menggabungkan advis
dari berbagai yurisdiksi.
4.
Menjamin bahwa rencana pajak sesuai dengan bisnis. Perencanaan pajak lintas
negara yang canggih tidak bisa dibeli begitu saja.
5.
Menempatkan semua analisis pajak dalam bentuk tulisan.
6.
Berhati-hati dengan dokumentasi transaksi.
7.
Mencari advis hukum berkualitas tinggi untuk setiap posisi pajak yang masuk ke
dalam area abu-abu atau mungkin dianggap agresif.
8. Pertimbangkan
bagaimana perasaan Anda jika perencanaan pajak Anda muncul dalam surat kabar
lokal.
Penetapan Harga
Pengiriman Internasional : Variabel-Variabel Yang Menyulitkan
Penetapan harga pengiriman merupakan sumber yang
cukup baru. Penetapan harga di Amerika Serikat berkembang seiring dengan
gerakan desentralisasi yang mempengaruhi banyak bisnis Amerika selama paruh
pertama abad ke-20. Variabel-variabel seperti pajak, tarif, persaingan, tingkat
inflasi, nilai mata uang, pembatasan pengiriman dana risiko politik dan
ketertarikan mitra usaha patungan sangat menyulitkan pengambilan keputusan
untuk penetapan harga pengiriman.
Pertimbangan-pertimbangan
Pajak
Jika
tidak ditiadakan oleh
undang-undang, keuntungan perusahaan
biasditingkatkan dengan menetapkan harga pengiriman untuk memindahkan
keuntungan darianak perusahaan yang berlokasi di negara-negara yang berpajak
tinggi ke anak perusahaanyang berlokasi di negara-negara berpajak rendah.
Pengiriman intra perusahaan didasarkan
pada : harga yang terjaga dan
penetapan harga transfer. Harga terjaga adalah salah satu pihak yang
tidak terkait akan menerima barang sama atau serupa dalam situasi yang sama
atau serupa. Metode-metode penetapan harga terjaga meliputi :
1.
Penetapan harga otomatis yang sebanding
2.
Penetapan harga jual kembali
3. Penetapan
harga untuk biaya tambahan
Metode-Metode
Penetapan Harga Lainnya
Persetujuan
umum yang muncul diantara pemerintah memandang penetapan harga yang terjaga
sebagai standar yang tepat dalam
menghitung keuntungan untuk tujuan pajak.
Namun negara-negara memiliki
pandangan berbeda dalam
menafsirkan dan mengimplementasikan penetapan harga terjaga. Metode
ini merupakan konsep tidak tetap secara internasional.
Otoritas
pajak diseluruh dunia sedang
menyusun aturan-aturan mengenai penetapan harga
pengirtiman yang baru dan meningkatkan daya upaya. Penetapan harga pengiriman
tersebut adalah harga transfer. Dan harga transfer menjadi beban ketetapanutama
yang dirancang untuk memperkecil perpajakan global yang sering menyimpangkan
sistem kontrol multinasional. Ketika
setiap cabang perusahaan dinilai
sebagai pusat keuntungan tersendiri,
kebijakan ketetapan harga
tersebut bisa menghasilkan ukuran
performa yang menyimpang dimana
pada umumnya menjadi konflik
antara target perusahaan pusat dan cabang.
Perhitungan Tarif
Tarif
barang-barang impor juga
mempengaruhi kebijakan penetapan
hargatransfer perusahaan multinasional. Jika sebuah perusahaan
mengeksport barang kepadacabang perusahaannya yang berdomisili disebuah
negara bertarif tinggi bisa mengurangibeban tarifnya dengan menekan harga
barang dagangan yang dikirim kesana.
Faktor-Faktor Kompetitif
Untuk
menfasilitasi pendirian cabang perusahaan diluar
negeri, perusahaaninduk bisa mendukung cabang perusahaan dengan
memakai faktur pada harga yang sangatrendah. Semua harga cabang perusahaan ini
bisa dihilangkan secara berkala ketika cabangperusahaan memperkuat posisinya
dipasar luar negeri. Sama halnya harga transfer yangrendah bisa digunakan untuk
membentengi usaha yang ada dari dampak persaingan asingdi pasar lokal atau
pasal lainnya: dengan kata lain, profit yang diperoleh dari suatu Negaradapat
menyokong penetrasi kepasar lain. Untuk memperbaiki akses cabang perusahaan
luar negeri dengan pasar modal, ketetapan harga transfer rendah untuk input dan
ketetapan harga transfer tinggi untuk output bisa menyokong laporan pendapatan
dan posisi keuangan. Kadang-kadang harga transfer dapat
digunakan untuk melemahkan cabang perusahaan
pesaing.
3. HARGA TRANSFER
Harga transfer sering juga disebut intracompany pricing, intercorporate pricing,interdivisional pricing atau internal pricing. Pengertian harga transfer dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengertian yang bersifat netral dan peyoratif. Pengertian netral mengasumsikan bahwa harga transfer adalah murni merupakan strategi dan taktik bisnis tanpa motif pengurangan beban pajak. Sedangakan motif peyoratif mengasumsikan harga transfer sebagai upaya untuk menghemat beban pajak dengan taktik,antara lain menggeser laba ke negara yang tarif pajaknya rendah.
Harga transfer sering juga disebut intracompany pricing, intercorporate pricing,interdivisional pricing atau internal pricing. Pengertian harga transfer dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengertian yang bersifat netral dan peyoratif. Pengertian netral mengasumsikan bahwa harga transfer adalah murni merupakan strategi dan taktik bisnis tanpa motif pengurangan beban pajak. Sedangakan motif peyoratif mengasumsikan harga transfer sebagai upaya untuk menghemat beban pajak dengan taktik,antara lain menggeser laba ke negara yang tarif pajaknya rendah.
- Faktor-faktor yang Harus dipertimbangkan Dalam Penentuan Harga Transfer Internasional
Dalam operasi domestik, tujuan system harga transfer adalah seperti yang telah dipaparkan di muka, yaitu mengevaluasi kinerja, menyelaraskan tujuan, dan menjaga otonomi divisi. Tetapi, untuk operasi di luar negeri terdapat sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut adalah : perpajakan, regulasi pemerintah, tarip, pengendalian valas, akumulasi dana, dan joint-ventures.
Bea cukai impor sering ditentukan sebagai persentase tertentu atas nilai impor suatu produk. Semakin rendah harga produk, semakin kecil pula beacukainya. Terhadap harga transfer, pengaruh beacukai impor biasanya berlawanan dengan pengaruh pajak penghasilan. Bea cukai impor untuk barang-barang yang dikirimkan ke suatu Negara akan menjadi rendah jika harga transfernya rendah. Tetapi hal ini akan mengakibatkan laba yang tercatat di Negara tersebut menjadi tinggi, dank arena itu pajak penghasilan local atas laba tersebut juga menjadi tinggi. Jadi, di dalam menentukan harga transfer yang tepat, pengaruh faktor-faktor ini harus dikalkulasi. Karena biasanya besarnya pajak penghasilan melebihi besarnya beacukai impor, biasanya harga transfer internasional lebih dipengaruhi oleh pertimbangan pajak penghasilan daripada oleh pertimbangan beacukai impor.
Bea cukai impor sering ditentukan sebagai persentase tertentu atas nilai impor suatu produk. Semakin rendah harga produk, semakin kecil pula beacukainya. Terhadap harga transfer, pengaruh beacukai impor biasanya berlawanan dengan pengaruh pajak penghasilan. Bea cukai impor untuk barang-barang yang dikirimkan ke suatu Negara akan menjadi rendah jika harga transfernya rendah. Tetapi hal ini akan mengakibatkan laba yang tercatat di Negara tersebut menjadi tinggi, dank arena itu pajak penghasilan local atas laba tersebut juga menjadi tinggi. Jadi, di dalam menentukan harga transfer yang tepat, pengaruh faktor-faktor ini harus dikalkulasi. Karena biasanya besarnya pajak penghasilan melebihi besarnya beacukai impor, biasanya harga transfer internasional lebih dipengaruhi oleh pertimbangan pajak penghasilan daripada oleh pertimbangan beacukai impor.
- Pihak-pihak Utama yang Dipengaruhi Pilihan Penentuan Harga Transfer
Kebijakan penentuan harga transfer perusahaan multinasional mempunyai sejumlah tujuan. Ini meliputi tujuan untuk menghindari kuota dan restriksi valas, meminimumkan pajak, meminimumkan risiko kurs valuta, meningkatkan bagian laba dari joint ventures, menembus restriksi repatriasi laba, dan mengoptimalkan system pemberian hadiah dan evaluasi kinerja manajerial.
Tujuan-tujuan kebijakan penentuan harga transfer di atas mengacu pada fakta bahwa pilihan penentuan harga transfer yang dilakukan perusahaan mempengaruhi sejumlah pihak baik di luar maupun di dalam perusahaan tersebut. Akibatnya, ada banyak lagi hal yang harus diperhatikan untuk menentukan kebijakan penentuan harga transfer di dalam arena global dan bukan sekedar minimisasi pajak.
- Pihak Internal
Karyawan dari berbagai divisi yang berbeda dari sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh metode penentuan harga transfer yang dipilih. Dengan anggapan bahwa karyawan dievaluasi berdasarkan profitabilitas divisi, karyawan divisi pembeli akan lebih senang harga transfer intraperusahaan yang rendah, sementara karyawan divisi penjual lebih senang harga transfer yang tinggi. Divisi pajak korporat lebih senang harga transfer yang merefleksi transaksi yang objektif jika perusahaan diaudit oleh otoritas pajak. Manajemen senior tingkat korporat akan lebih memilih metode penentuan harga transfer yang memaksimumkan laba konsolidasian jika gaji dan kompensasi mereka (misalnya yang berupa opsi saham) didasarkan atas kinerja perusahaan keseluruhan.
- Pihak Ekstrenal
Badan-badan pemerintah domestik adalah meliputi instansi-instansi pemungutan pajak local dan nasional, bea cukai, badan legislative, dan lembaga-lembaga regulatori dan pelaksana. Lembaga-lembaga pemungut pajak domestik berkepentingan dengan pemungutan pajak yang “layak”.
Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak di dalam menentukan harga transfer. Matriks kepentingan yang rumit merupakan tantangan bagi manajemen dalam menentukan strategi yang memaksimumkan profitabilitas korporat tanpa melanggar hak masing-masing kelompok konstituen atau melanggar aturan yurisdiksi di mana perusahaan beroperasi.
Tujuan-tujuan kebijakan penentuan harga transfer di atas mengacu pada fakta bahwa pilihan penentuan harga transfer yang dilakukan perusahaan mempengaruhi sejumlah pihak baik di luar maupun di dalam perusahaan tersebut. Akibatnya, ada banyak lagi hal yang harus diperhatikan untuk menentukan kebijakan penentuan harga transfer di dalam arena global dan bukan sekedar minimisasi pajak.
- Pihak Internal
Karyawan dari berbagai divisi yang berbeda dari sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh metode penentuan harga transfer yang dipilih. Dengan anggapan bahwa karyawan dievaluasi berdasarkan profitabilitas divisi, karyawan divisi pembeli akan lebih senang harga transfer intraperusahaan yang rendah, sementara karyawan divisi penjual lebih senang harga transfer yang tinggi. Divisi pajak korporat lebih senang harga transfer yang merefleksi transaksi yang objektif jika perusahaan diaudit oleh otoritas pajak. Manajemen senior tingkat korporat akan lebih memilih metode penentuan harga transfer yang memaksimumkan laba konsolidasian jika gaji dan kompensasi mereka (misalnya yang berupa opsi saham) didasarkan atas kinerja perusahaan keseluruhan.
- Pihak Ekstrenal
Badan-badan pemerintah domestik adalah meliputi instansi-instansi pemungutan pajak local dan nasional, bea cukai, badan legislative, dan lembaga-lembaga regulatori dan pelaksana. Lembaga-lembaga pemungut pajak domestik berkepentingan dengan pemungutan pajak yang “layak”.
Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak di dalam menentukan harga transfer. Matriks kepentingan yang rumit merupakan tantangan bagi manajemen dalam menentukan strategi yang memaksimumkan profitabilitas korporat tanpa melanggar hak masing-masing kelompok konstituen atau melanggar aturan yurisdiksi di mana perusahaan beroperasi.
4. Metode Harga Transfer
Pada dasarnya ada 3 metode harga transfer yang digunakan perusahaan
multinasional untuk barang-barang yang ditransfer antar perusahaan afiliasi di
luar negeri. Metode tersebut adalah:
a.
Harga transfer berdasar harga pasar
Dengan metode ini, harga ditetapkan sesuai dengan permintaan dan penawaran
pasar. Metode ini mempunyai manfaat yaitu Unit usaha yang ada mampu beroperasi
sebagai pusat laba independen dimana manajer masing-masing unit bertanggung
jawab atas kinerjanya sendiri. Metode
harga transfer biasanya diuntungkan oleh masalah pajak maupun bea cukai dari
negara asal sehingga unit usaha mempunyai kontribusi terhadap laba yang
dihasilkan oleh perusahaan secara keseluruhan.
Sedangkan kesulitan yang biasanya timbul atas penggunaan metode ini adalah harus
ada pasar kompetitif sehingga harga transfer bisa dibandingkan dengan harga
pasar. Harga pasar yang tetap mungkin sulit ditentukan jika harga pasar tersebut
berada pada beberapa negara.
b.
Harga transfer berdasar harga pokok.
Metode ini menggunakan harga transfer berdasar harga pokok tanpa memasukkan
unsur laba. Harga pokok ini biasanya bisa diperoleh dari dalam perusahaan yakni
dari sistem akuntansinya. Metode ini biasanya diterima oleh pihak pajak maupun
bea cukai karena metode ini menyediakan beberapa indikasi dimana harga transfer
memperkirakan harga sesungguhnya dari barang yang ditawarkan sehingga beban
pajak yang dikenakan lebih menggambarkan harga sesungguhnya dari produk.
Masalah yang timbul biasanya tidak transparan, sehingga bisa menimbulkan
kecurangan karena mungkin saja harga pokok tersebut sudah diatur sebelumnya
untuk kepentingan pajak.
c.
Metode negoisasi.
Unit usaha pembelian maupun penjualan bebas bernegosiasi agar harga
transfer yang ditetapkan saling menguntungkan. Karena masing-masing unit
bertanggung jawab terhadap hasil kinerjanya sendiri, maka akan terjadi
minimisasi biaya dan harga transfer yang layak bagi kedua belah pihak yang
saling bertransaksi.
Sumber :
Abdul h.,
Achmad T., dan M Fakhri H. 2009. Sistem Pengendalian Manajemen.