Jumat, 08 Januari 2016

BIBLIOGRAFI

A. Pengertian Bibliografi

Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan. Bibliografi berisi sumber-sumber bacaan berupa jurnal, buletin, majalah, surat kabar, terbitan berkala, hasil penelitian, ensiklopedia, dan lain-lain. Menurut Billet (1959) yang dikutip Nazir (1988) ada 19 jenis bacaan yang dapat dimasukkan ke dalam bibliografi atau daftar pustaka.

B. Manfaat Bibliografi

Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
1. Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
2. Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
3. Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
1. Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
2. Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
3. Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.

C. Fungsi Bibliografi

1. Sebagai alat untuk melihat sumber asli maksudnya untuk memberitahu kepada pembaca bahwa apa yang telah ditulis bukan hanya didapat dari pemikiran sendiri namun juga mengambil dari pemikiran orang lain yang telah ditulis dalam buku yang tercantum dalam daftar pustaka.
2. Sebagai penunjuk referensi atau sumber yang digunakan maksudnya untuk menelaah lebih jauh tentang peryataan yang telah ditulis dalam karya tulis yang dibuat agar bisa secara langsung mencarinya dari daftar buku yang telah dicantumkan.
3. Sebagai pelengkap catatan kaki digunakan untuk menunjuk kepada tempat, dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan itu.

D. Unsur - unsur Bibliografi

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan atau penulisan bibliografi diantaranya :

1. Terlebih dahulu perhatikan hal – hal teknis seperti berikut ini :
a. Bibliografi ditempatkan pada akhir penulisan dalam bab tersendiri,
b. Bibliografi tidak diberi nomor unit,
c. Baris kedua tiap sumber bacaan diketik dengan jarak spasi satu dan menjorok kedalam enam huruf,
d. Jarak antar sumber dua spasi.

2. Nama Pengarang diurutkan berdasarkan abjad, yang dikutip secara lengkap

a. Penulisan nama pengarang dari buku dengan satu pengarang beserta nama singkatan dan gelar.
b. Penulisan nama pengarang dari buku dengan dua atau tiga pengarang.
c. Penulisan nama pengarang dari buku dengan banyak pengarang, maka dituliskan nama pengarang
pertama sebagai ketentuan pertama, sedangkan pengarang lainnya ditulis dengan dkk.
d. Pengarang berasal dari buku yang ditulis oleh lembaga atau instansi, maka dituliskan nama instansi yang bersangkutan.

3. Data Publikasi

a. Tahun Terbit, Ditulis sesudah nama pengarang, dipisahkan dengan titik (.).
b. Judul buku, Ditulis sesudah tahun penerbitan, dicetak miring atau bergaris bawah.
c. Edisi atau Cetakan, Ditulis sesudah judul, dipisahkan dengan titik, ditulis Cet, Ke-....
d. Tempat terbit, Ditulis sesudah judul buku.
e. Nama Penerbit, Ditulis sesudah tempat terbit, dipisahkan dengan tanda titik dua ( : ), dan diakhiri dengan titik (.).

4. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan tahun.

E. Macam - macam Bibliografi

1. Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.

Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:

a. Bibliogrfi deskriptif:
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
b. Bibliografi evaluatif:
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

2. Cakupan Bibliografi

Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:

a. Bibliografi retrospektif :

Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”

b. Bibliografi terkini/current :

Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.

c. Bibliografi selektif :

Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.

d. Bibliografi subjek :

Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.

e. Biliografi nasional :

Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.

Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya :

- Permintaan pengguna

- Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu

- Dokumentasi koleksi yang dimiliki

- Mandat instansi

3. Bagian-bagian Bibliografi

Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :

a. Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan,

b. Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi,

c. Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada,

d. Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit,

e. Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan,

f. Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak,

g. Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number,

perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.

F. Penyusunan Bibliografi

1. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
2. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
3. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
4. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
5. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

G. Contoh Penulisan Bibliografi

1. Buku

- Satu Pengarang
Keraf, Gorys. 1984. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : Gramedia.

- Dua Pengarang
Sumardjo, Jakob & Saini K.M. 1986. Antologi ApresiasiKesusastraan, Jakarta : Gramedia.

- Tiga Pengarang
Heidrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta : BPFE – UGM.

- Banyak Pengarang
Suroso, Hadi, dkk. 1994. Bahasa Indonesia. Jakarta : Grasindo.

- Lembaga
Depdikbud. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

2. Buku judul berbeda nama pengarang sama

Husein, Umar. 1996. Petunjuk Lengkap Membuat Skripsi dan Tesis. Jakarta : PT. Rajagrafindo Utama.

_____________ . 1997. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

_____________ . 1997. Riset Akuntansi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

_____________. 1997. Metode Penelitian : Aplikasi dalam Pemasaran. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

3. Buku (terjemahan, saduran, atau suntingan)

Kwik Kian Gie (Penerjemah). 1995. Dasar – dasar Ekonomi Perusahaan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama dan STIE IBII.

4. Koran (Surat Kabar)

a. Berisi tentang berita

Kompas (Harian). Jakarta, 20 Februari 2005.
Kedaulatan Rakyat (Harian). Yogyakarta, 15 Maret 2005.
b. Berupa Artikel

Urutannya, yaitu : nama penulis (seperti pada buku), tahun terbit, judul artikel (diapit tanda petik dua), nama koran.
Saptaatmadja, Tom S. 2005. “Imlek, Momentum Untuk Rekonsiliasi.” Koran Tempo.

5. Majalah

Sama dengan koran, hanya dibelakang nama majalah ditambahkan nomor edisi.
Kleden, Ignes. 2005. “ Politik Perubahan tanpa Perubahan Politik.” Tempo No. 50 tahun XXXIII.

6. Makalah yang tidak diterbitkan

Setelah kota tempat penulisan tidak terdapat nama penerbit.
M.I. Sulaeman. 1985. Pendekatan Fenomenologis Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan Sekolah. Disertasi Doktor FPS, IKIP Bandung : Tidak diterbitkan.

7. Internet

Urutan menulis daftar pustaka yang bersumber dari internet yaitu : nama pengarang, tahun, judul artikel (cetak miring) , dalam apa...(bisa artikel / jurnal), http:\\ www....(alamat web), tanggal membukanya.
Fatmawati, Inatesia. 1993. A Hypertext History of Multiuser Dimensions. MUD History. http : \\ www.utopia.com/talent/lpb/muddex/essay. (9 Januari 2016).

Sumber :
1. http://pustaka.uns.ac.id/?menu=news&option=detail&nid=361
2. Juhara Erwan., Budiman Eriyandi., dan Rohayati Rita. 2005. Cendekia Berbahasa. Jakarta : PT. Setia Putra Inves.

Nama : Inatesia Fatmawati
NPM : 24213342
Kelas : 3 EB 24
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2 (Softskill)

Kamis, 19 November 2015

PENDAHULUAN MAKALAH DENGAN TEMA BAHASA ADALAH PEMERSATU BANGSA


Bab I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Manusia saling membutuhkan dan saling ketergantungan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Bahasa adalah salah satu alat untuk manusia agar bisa berkomunikasi dan bisa berhubungan dengan manusia lainnya. Di negara kita tercinta, Indonesia, terdapat bermacam-macam bahasa dari setiap wilayah-wilayah  di Indonesia itu sendiri.
Dengan beragamnya bahasa yang ada di negara ini, dapat memunculkan suatu ketertarikan dari kita selaku pengguna bahasa untuk menjalin komunikasi dengan manusia lain. Tak jarang kita harus dihadapkan dengan situasi dimana kita harus berkomunikasi dengan orang yang memiliki bahasa berbeda dengan kita dikarenakan mereka tinggal di daerah yang berbeda dengan kita. Maka untuk itulah kami menyusun makalah yang bertemakan “Bahasa adalah Pemersatu Bangsa”. Makalah ini betujuan untuk pedoman bagaimana bisa berbahasa yang baik dengan orang lain baik di dalam satu wilayah yang sama maupun yang berbeda wilayah. Dan juga dapat memberikan informasi tentang beberapa kata atau kalimat yang dapat digunakan di dalam wilayah-wilayah tertentu di Indonesia.
Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan kita manusia sebagai makhluk sosial yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi utama dalam kehidupan sehari-hari dapat lebih memahami bagaimana tata cara berbahasa yang baik tanpa merusak hubungan yang akan kita jalin antara sesama manusia dan juga fungsi dari bahasa itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah :

1.      Apa itu bahasa?
2.      Apa itu fungsi bahasa?
3.      Bagaiamana cara berbahasa yang baik?
4.      Bahasa apa saja yang ada di Indonesia?
5.      Adakah istilah atau bahasa khusus di setiap wilayah di Indonesia?

1.3 Tujuan :

1. Tujuan dilakukannya penilitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia apa itu Bahasa.
2.      Untuk memberikan informasi mengenai beragamnya bahasa yang terdapat di Indonesia.
3.      Untuk mempelajari karakteristik bahasa dari berbagai  wilayah di Indonesia.

1.4 Metode Penelitian

Untuk memberi informasi yang lebih akurat dalam karya ilmiah, kami menggunakan metode kuantitatif non eksperimen. Dalam pembahasan ini kami hanya mengambil dua metode yaitu deskriptif dan survey. Berikut penjelasannya :

1.      Deskriptif
Menjabarkan dan menjelaskan secara rinci definisi dan fungsi dari bahasa. Penjabaran itulah yang digunakan penulis dalam masalah bahasa. Berbahasa yang baik disini adalah bagaimana kita bisa menggunakan bahasa itu sendiri dengan baik, sopan dan juga benar - benar menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Mengajak setiap orang untuk lebih mengenal bahasa selain yang mereka gunakan di lingkungan tempat kita tinggal.

2.      Survey
Dalam metode ini penulis mencari tahu sebenarnya berapa banyak bahasa yang terdapat di wilayah Indonesia? Bagaimana cara berbahasa yang baik dengan orang yang tempat tinggalnya berbeda dengan kita? Apa saja yang harus kita ucapkan saat kita berada di wilayah kota “x” (misalnya)? Itulah yang menjadi pertanyaan yang diajukan dalam makalah karya ilmiah ini. Kita tidak tahu berapa banyak orang yang masih peduli akan pentingnya berbahasa yang baik di setiap lingkungan dimana kita berada.

Nama         : Inatesia Fatmawati
NPM           : 24213342
Kelas           : 3 EB 24
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2 (Softskill)

KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

1. Pengertian karangan
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur atau suatu bentuk karya tulis yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan kepada para pembaca.

2. Macam, sifat, ciri, dan bentuk karangan
 ^ Macam-macam karangan
Karangan dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya :
  • Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berypa orang, benda, atau tempat.
Ciri-ciri karangan deskripsi yaitu :
a. Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu.
b. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami  atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan.
c. Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan.
d. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis.
  • Karangan Narasi
Karangan narasi ialah yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang di dalamnya terdapat alur cerita, setting, tokoh dan konflik tetapi tidak memiliki kalimat utama.
Ciri-ciri karangan narasi yaitu :
a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.
b. Disajikan dalam waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir.
c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
d. Latar (setting).
Karangan narasi dibagi menjadi dua yaitu :
1. Narasi fiksi
Contoh narasi yang berupa fiksi : novel, cerpen, cerbung, cergam, dan lain-lain.
2. Narasi fakta
Contoh narasi yang berisi fakta : biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
  • Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
Ciri-ciri karangan eksposisi yaitu :
a. Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
b. Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual).
c. Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
d. Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
e. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.
  • Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
Ciri-ciri karangan argumentasi yaitu :
a. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.
b. Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar, dan lain sebagainya.
c. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
d. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
e. Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.
  • Karangan Persuasi
Karangan persuasi adalah salah satu bentuk karya tulis yang berisi ajakan-ajakan kepada para pembacanya untuk melakukan atau mempercayai suatu hal. Karangan persuasi juga dilengkapi dengan pendapat-pendapat penulis yang disertai dengan pembuktian agar pembaca yakin dan mau mengikuti apa yang disampaikan oleh penulis. Karena sifatnya yang berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca yang disampaikan oleh penulis untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.
Ciri-ciri karangan pesuasi yaitu :
a. Bersifat mengajak para pembacanya.
b. Memiliki alasan-alasan yang kuat berupa data, fakta, dan lain-lain untuk meyakinkan pembaca.
c. Berusaha menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan kepercayaan.
d. Berusaha mendapatkan kesepakatan atau kepercayaan antara penulis dan pembaca.

^ Sifat Karangan
1. Mempunyai satu arti sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2. Logis
    Disusun berdasarkan urutan yang konsisten.
3. Efektif
    Satu kebetulan pikiran, ada penekanan dan pengembangan.
4. Efisien
    Hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.

^ Bentuk Karangan

1. Karangan Ilmiah

    Karangan ilmiah atau biasa disebut karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
   Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian selanjutnya.

Macam - macam karangan ilmiah :
Macam-macam karagan ilmiah tergantung kepada siapa yang dituju. Berikut uraiannya :
1) Karangan ilmiah murni
Karangan ilmiah murni ditujukan untuk konsumsi kalangan profesi atau cendekiawan. karya ilmiah jenis ini berisi tentang pembahasan yang sesuai dengan bidang profesi seseorang. bahasa yang digunakan ialah mengenai bidang tersebut.
2) Karangan ilmiah popular
Karangan ilmiah popularditujukan untuk masyarakat umum, dengan tujuan membangkitkan motivasi terhadap suatu pemecahan masalah. karangan ilmiah jenis inilebih bersifat umum dapat dengan mudah diketahui oleh semua orang dan mudah dipahami.

Ciri - ciri karya ilmiah :
a. Struktur sajian
Stuktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup.
b. Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c. Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d. Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau diksi / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Bentuk karangan ilmiah :
1. Makalah (paper) adalah segala bentuk karangan ilmiah tertulis, baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang suatu pokok persoalan.
2. Skripsi ialah suatu karya tulis singkat yang didasari oleh penelitian berupa bahan-bahan bacaan atau observasi lapangan.
3. Tesis ialah karya tulis yang hampirsama dengan skripsi, tetapi pembahasannya lebih mendalam dan merupakan laporan suatu penelitian yang dilakukan dengan seksama serta menurut metodologi penelitian.
4. Disertasi merupakan istilah yang digunakan untuk karangan ilmiah yang dibuat dalam mencapai gelar tertinggi di sebuah universitas, yaitu Program Strata Tiga / Doktor.

Sifat - sifat karangan ilmiah :
  1. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  2. Disusun secara sistematis, dengan tata urutan yang jelas.
  3. Dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat.
  4. Fakta yang digunakan dalam karangan ilmiah harus dapat dipercaya.
  5. Karangan ilmiah harus dapat menimbulkan gambaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi penerima karangan ilmiah.
  6.  Lengkap dan sempurna.
  7.  Objektif dan actual.

2. Karangan Non Ilmiah
   Karya non-ilmiah atau non-fiksi adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri karya non-ilmiah :
a. Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. Fakta yang disimpulkan subyektif,
c. Gaya bahasa konotatif dan populer,
d. Tidak memuat hipotesis,
e. Penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. Bersifat imajinatif,
g. Situasi didramatisir,
h. Bersifat persuasif,
i. Tanpa dukungan bukti.

Bentuk karya non-ilmiah :
  1. Cepen, adalah cerita pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Di dalam cerpen terdapat unsure intrinsic diantaranya : tema, latar, sudut pandang, alur, dan penokohan.
  2. Novel, adalah cerita panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang – orang di sekitarnya. Unsur yang paling menonjol didalam novel ialah konflik.
  3. Drama, merupakan gabungan dari seni sastra dengan seni lakon. Oleh karena itu, di dalam drama terdapat cerita yang dinyatakan dalam dialog serta petunjuk panggung.
  4. Puisi, karangan yang menekankan pada keindahan bahasa dan kepadatan makna.
  5. Dongeng, cerita khayalan atau cerita yang tidak benar – benar terjadi.
Sifat -sifat karya non-ilmiah : 
  1. Emotif, sedikit informasi, kemewahan dan cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan, tidak sistematis.
  2. Perusuasif, cukup informative, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap dan cara bepikir pembaca.
  3. Diskriptif, informative sebagian imaginative dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat pribadi.
  4. Kritik tanpa dukungan bukti, tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadang – kadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasar, subyektif dan pribadi. 

3. Karangan Semi Ilmiah
  Karangan Semi-Ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannya-pun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi. Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misalnya dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.
Ciri-ciri karangan semi ilmiah :
  1. Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari  keuntungan dan sedikit informasi.
  2. Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  3. Deskriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
  4. Kritik tanpa dukungan bukti.
  5. Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
  6. Fakta yang disimpulkan subyektif.
  7. Gaya bahasa formal dan popular.
  8. Mementingkan diri penulis
Bentuk karangan semi ilmiah :
  1. Artikel adalah tulisan lengkap (memiliki judul, pendahuluan, penyajian masalah, pembahasan, dan penutup) yang dimuat dalam suatu mejalah, surat kabar, dan lain sebagainya
  2. Editorial adalah tulisan dalam surat kabar atau majalah yang disusun oleh pemimpin redaksi atau orang yang ditunjuknya mengenai topic actual yang penting menurut kacamata media yang bersangkutan.
  3. Opini adalah pendapat, pikiran atau pendirian seseorang.
  4. Berita kisah (Feuture) adalah informasi yang dianggap penting dan menarik, tentang suatu kejadian, yang menyangkut manusia, benda, atau keduanya.
  5. Reportase adalah laporan kejadian berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan.
  6. Manga adalah cerita kartun bergambar dimana unsure gambar lebih penting daripada ceritanya.
Sifat -sifat karangan semi ilmiah :
  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  2. Fakta yang disimpulkan subjektif,
  3. Gaya bahasa formal, sederhana, dan popular,
  4. Tidak memuat hipotesis,
  5. Penyajian fakta dibarengi dengan sejarah,
  6. Bersifat imajinatif,
  7. Situasi didramatisir, dan
  8. Bersifat persuatif.


Sumber : 
Prihatini, Ainia. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta : Bentang Puataka.
Iskak, Ahmad. dan Yustinah. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
http://www.kelasindonesia.com/2015/04/5-jenis-karangan-dalam-bahasa-indonesia-penjelasan-lengkap.html
http://catatangembalakecil.blogspot.co.id/2012/12/macam-macamkarangan-besertacontohnya_13.html
  Nama           : Inatesia Fatmawati
NPM             : 24213342
Kelas           : 3 EB 24
Mata Kuliah  : Bahasa Indonesia 2 (Softskill)