Pembangunan ekonomi ialah proses yg bertujuan untuk menaikkan PDB/daerah
melebihi tingkat pertumbuhan penduduk.
Pertumbuhan ekonomi ialah keadaan dimana terjadi kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) menghiraukan
kenaikan itu lebih besar/kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk.
Keberhasilan pembangunan ekonomi
menurut Prof. Dudley Seers :
1.
Pendapatan perkapita masyarakat
meningkat
2.
Tingkat pengangguran berkurang
3.
Kesenjangan antara orang kaya dan
miskin berkurang
Untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, ada 3 indikator
yaitu :
1. Tingkat kemiskinan
2. Tingkat pengangguran
3. Tingkat ketimpangan di berbagai bidang.
1. Tingkat kemiskinan
2. Tingkat pengangguran
3. Tingkat ketimpangan di berbagai bidang.
Kemiskinan
menurut BPS dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi
kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan (diukur dari sisi pengeluaran).
Provinsi
|
Persentase Penduduk Miskin (%)
|
||
Kota
|
Desa
|
Kota+Desa
|
|
DKI Jakarta
|
3,72
|
-
|
3,72
|
Jawa Barat
|
8,69
|
11,42
|
9,61
|
Banten
|
5,27
|
7,22
|
5,89
|
Jawa Tengah
|
12,53
|
16,05
|
14,44
|
DI Yogyakarta
|
13,73
|
17,62
|
15,03
|
Jawa Timur
|
8,90
|
16,23
|
12,73
|
Bali
|
4,17
|
5,00
|
4,49
|
Sulawesi
Barat
|
8,57
|
13,31
|
10,32
|
Sumatera
Utara
|
10,45
|
10,33
|
10,39
|
Kepulauan
Bangka Belitung
|
3,47
|
6,97
|
5,25
|
Papua
|
5,22
|
40,72
|
31,53
|
Dari tabel di atas (bps.go.id) dapat dilihat bahwa, tingkat kemiskinan berdasarkan
presentase penduduknya yang tertinggi di
pulau Jawa adalah provinsi DI Yogyakarta (15,03%) sedangkan
secara keseluruhan yang tertinggi adalah provinsi Papua (31,53%). Tingkat
kemiskinan yang terendah di pulau Jawa adalah
provinsi DKI Jakarta (3,72%) dan tingkat kemiskinan yang terendah di luar pulau
Jawadalah provinsi Bali (4,49%).
2) Pengangguran
Provinsi
|
Jumlah pengangguran (%)
|
DKI Jakarta
|
9,94
|
Jawa Barat
|
9,22
|
Banten
|
9,9
|
Jawa Tengah
|
5,57
|
DI Yogyakarta
|
3,97
|
Jawa Timur
|
4
|
Bali
|
1,79
|
Sulawesi
Barat
|
2,33
|
Sumatera
Utara
|
6,53
|
Kepulauan
Bangka Belitung
|
3,7
|
Papua
|
31,1
|
Dari tabel di atas (bps.go.id) dapat dilihat bahwa, tingkat pengangguran
berdasarkan presentase yang tertinggi di
pulau Jawa adalah provinsi DKI Jakarta
(9,94%) sedangkan secara keseluruhan yang tertinggi adalah provinsi Papua (31,1%).
Tingkat pengangguran di pulau Jawa yang terendah adalah provinsi DI Yogyakarta
(3,97%) sedangkan secara keseluruhan yang terendah adalah provinsi Bali (1,79%).
3) Tingkat ketimpangan di berbagai bidang
3) Tingkat ketimpangan di berbagai bidang
Ketimpangan distribusi
pendapatan, Koefisien Gini adalah ukuran ketidakmerataan atau
ketimpangan pendapatan agregat yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan
sempurna) hingga satu (ketimpangan yang sempurna). Bila Koefisien Gini
mendekati nol menunjukkkan adanya ketimpangan yang rendah dan bila Koefisien
Gini mendekati satu menunjukkan ketimpangan yang tinggi. Pada prakteknya, angka
ketimpangan untuk negara-negara yang ketimpangan distribusi pendapatannya tajam
berkisar antara 0,50 hingga 0,70. Sedangkan untuk negara-negara yang distribusi
pendapatannya relatif paling merata berkisar antara 0,20 sampai 0,35.
Provinsi
|
Gini Ratio
(0-1)
|
DKI Jakarta
|
0,433
|
Jawa Barat
|
0,411
|
Banten
|
0,399
|
Jawa Tengah
|
0,387
|
DI Yogyakarta
|
0,439
|
Jawa Timur
|
0,364
|
Bali
|
0,403
|
Sulawesi
Barat
|
0,349
|
Sumatera
Utara
|
0,354
|
Kepulauan
Bangka Belitung
|
0,313
|
Papua
|
0,442
|
Dari tabel di atas (bps.go.id) dapat dilihat bahwa, tingkat ketimpangan di
berbagai bidang berdasarkan Gini Ratio yang tertinggi di pulau Jawa adalah provinsi
DI Yogyakarta (0,439) sedangkan secara keseluruhan yang tertinggi adalah provinsi Papua (0,442) negara Indonesia bagian timur. Tingkat
ketimpangan yang terendah di pulau Jawa adalah provinsi Jawa Timur (0,364) sedangkan
secara keseluruhan yang terendah adalah provinsi Kepulauan Bangka Belitung
(0.313).
Solusinya
menurut saya,
Ketimpangan
distribusi pendapatan dan kemiskinan merupakan sebuah realita yang ada di
tengah-tengah masyarakat dunia ini baik di negara maju maupun negara
berkembang, Perbedaannya terletak pada proporsi tingkat ketimpangan dan angka
kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi
oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara.
Distribusi pendapatan nasional yang tidak merata, tidak
akan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat secara umum. Sistem distribusi yang
tidak pro poor hanya akan menciptakan kemakmuran bagi golongan tertentu saja,
sehingga ini menjadi isu sangat penting dalam menyikapi angka kemiskinan hingga
saat ini.
Menurut Todaro
(2000), Pengaruh antara ketimpangan distribusi pendapatan terhadap kemiskinan
dipengaruhi oleh adanya peningkatan jumlah penduduk. Pertambahan jumlah
penduduk cenderung berdampak negatif terhadap penduduk miskin, terutama bagi
mereka yang sangat miskin. Sebagian besar keluarga miskin memiliki jumlah
anggota keluarga yang banyak sehingga kondisi perekonomian mereka berada di
garis kemiskinan semakin memburuk seiring dengan memburuknya ketimpangan
pendapatan atau kesejahteraan.
Penyebab dari kemiskinan
adalah adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang selanjutnya akan
menimbulkan distribusi pendapatan yang timpang.
- Karena pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan. Maka upaya yang sebaiknya dilakukan pemerintah adalah :
·
Program sosial mencakup pendidikan, kesehatan, dan jaminan
sosial lainnya harus ditingkatkan efektivitas dan jangkauan pelaksanaannya
untuk memberikan basis bagi golongan miskin dan tidak mampu.
·
Merangsang rakyatnya untuk berani
berwiraswasta, dengan mempermudah pemberian kredit kepada calon wirausahawan dengan
bunga yang rendah.
·
Menggiatkan usaha kerajinan rumah
tangga/industrialisasi, dengan begitu otomatis akan memperluas kesempatan kerja
dan mengurangi pengangguran yang ada.
·
Meningkatkan GNP dengan cara
meningkatkan kualitas barang dan jasa.
·
Menekan laju pertumbuhan penduduk
dengan cara semakin gencarnya mesosialisasikan program Keluarga Berencana (KB).
Sumber :
bps.go.id
bappenas.go.id
Susena
http://kumpulantugasmakalahekonomi.blogspot.com/2013/03/makalah-ekonomi-pembangunan-ketimpangan.html
Nama : Inatesia Fatmawati
Kelas : 1EB24
NPM : 24213342
Universitas Gunadarma
Tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia (softskill)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar