1.
PERANCIS
Akuntansi di
Perancis sangat terkait dengan kode etik sehingga sangat mungkin untuk
melewatkan kenyataan bahwa legislasi hukum komersial (yaitu code de commerce)
dan hokum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntasi dan pelaporan
keuangan diprancis. Code de Commerce berwal ordinasi Coulbert (menteri keuangan
pada era Louis XIV) pada tahun 1673 dan 1681 dan diberlakukan oleh Napoleon
pada tahun 1807 sebagai bagian dari system hokum yang diciptakannya. Hokum
pajak penghasilan pertama disetujui pada tahun 1914. Dasar utama aturan akuntansi di prancis
adalah hokum akuntansi 1983 dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat plan comptable
general wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi
bagian dari code de commerce.
Plan comptable general berisis :
1. Tujuan dan prisip akuntansi serta pelaporan
keuangan
2. Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas
pemegangn saham, pendapatan dan beban
3. Aturan pengakuan dan penilaian
4. Daftar akun standar, ketentuan mengenai
penggunaannya dan ketentuan tata buku lainnya
REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN
AKUNTANSI
Di Prancis
terdapat lima organisasi yang terlibat dalam proses penetapan standar yaitu:
1. Counseil National de la Comptabilite atau
CNC (Badan Akuntansi Nasional)
2. Comita de la Reglementation Comptable atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
3. Autorite des Marches Financiers atau AMF
(Otoritas Pasar Keuangan)
4. Orde des Expert – Comptables atau OEC
(Ikatan Akuntan Publik)
5. Compagnie Nationale des Commisaires aux
Comptes atau CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)
PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan Prancis harus melaporkan berikut ini :
–
Neraca
–
Laporan laba
rugi
–
Catatan atas
laporan keuangan
–
Laporan
direktur
–
Laporan
auditor
Ciri utama pelaporan di prancis
adalah ketentuan mengenai pengungkapan catatan yang ekstensif dan detail, yang
meliputi hal hal berikut :
–
Penjelasan
mengenai aturan pengukuran yang diberlakukan ( contoh kebijakan akuntansi )
–
Perlakuan
akuntansi untuk pos pos dalam mata uang asin
–
Laporan
perubahan aktica tetap dan depresiasi
–
Detail
provisi
–
Detail
revauasi yang dilakukan
–
Analisis
piutang dan utang sesuai masa jatuh tempo
–
Daftar anak
perusahaan dan kepemilikan saham
–
Jumlah
komitmen pension dan imbalan pascakerja lainnya
–
Detail
pengaruh pajak terhadap laporan keuangan
–
Rata rata
jumlah karyawan sesuai golongan
–
Analisis
pendapatan menurut aktivitas dan geografis
Di dalamnya, informasi yang harus
diberikan antara alin :
– Konsumsi air, bahan mentah dan
energy serta tindakan yang diambil untuk meningkatkan efisien energi.
– Kegiatan untuk mengurangi
polusi udara, air atau tanah, termasuk polusi suara dan biayanya.
– Jumlah
provisi untuk resiko lingkungan
PENGUKURAN AKUNTANSI
Akuntansi diPrancis memiliki karakteristik ganda : perusahaan
secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha
konsolidasi memilki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan
secara invidual merupakan dasar hokum untuk membagikan dividen dan menghitung
pendapatan kena pajak.
–
Aktiva
berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis
–
Revaluasi
tetap dikenakan pajak sehingga jarang ditemukan dalam praktik
–
Aktiva tetap
didepresiasikan menurut provisi pajak, umunya menurut dasar garis lurus atau
saldo berganda
–
Persediaan
harus dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi
dengan menggunakan metode masuk perma keluar pertama ( FIFO ) atau metode rata
rata tertimbang
–
Biaya
penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat
dikapitalisasikan dalam keadaan yang tertentu.
–
Kebanyakan
resiko dan ketidak pastian lainnya dapat dicadangkan
Dengan
beberapa pengecualian, laporan keuangan konsolidasi prancis mengikuti
pendekatan penyajian wajar berupa pelaporan substansi mengungguli bentuk.
2.
JERMAN
Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami
perubahan terus menerus dan hasilnya luar biasa sejak berkahirnya perang Duni
II. Dalam suatu peristiwa yang besar, hokum perusahaan tahun 1965 mengubah
system pelaporan keuangan Jerman dengan mengarah pada ide ide Inggris-Amerika (
tetapi hanya berlaku bagi perusahaan besar ). Pada awal tahun 1970-an Uni Eropa
( UE ) mulai mengeluarkan direktif harmonisasi yang harus diadopsi oleh Negara
Negara anggotanya kedalam hukum nasional.
REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN
AKUNTANSI
Sebelum
tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan
sebagaiman yang dipahami dinegara Negara berbahasa inggris. Komite Standar
Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Committee-GASC) atau dalam bahasa
Jerman, Deutsches Rechunungslegungs standar committee ( DRSC ).
GASC
membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman ( German Accounting Standars Board –
GASB ) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi GASB
terdiri dari tujuh ahli independen yang berlatar belakan dibidang auditing,
analisis, keuangan, akademik, dan industry.
Secara garis
besar system penetapan standar akuntansi yang baru di Jerman mirip dengan
system yang ada di Inggris dan Amerika. Standar GASB adalah rekomendasi wajib yang
hanya berlaku untuk laporan keuangan konsolidasi.
PELAPORAN KEUANGAN
Undang
undang akuntansi tahun 1985 secara khusus menetukan ketentuan akuntasi,
auditing dan pelaporan keuangan ang berbeda beda menurut ukuran perusahaan,
bukan menurut bentuk organisasi.
Undang
undang akuntansi tahung 1985 secara khusus menetukan isi dan bentuk laporan
keuangan, yang meliputi :
–
Neraca
–
Laporan laba
rugi
–
Catatan atas
laporan keuangan
–
Laporan
manajemen
–
Laporan
auditor
Ciri utama
system pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi oleh auditor
kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawas perusahaan
laporan ini berisi pendapat terhadap prospek mada depan perusahaan dan
khususnya factor factor yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan.
PENGUKURAN AKUNTANSI
Berdasarkan hokum komersial (HGB)
–
Metode
pembelian akuisisi adalah metode konsolidasi yang utama, meskipun penyatuan
kepemilikan juga dapata diterapkan dalam kondisi yang terbatas.
–
Aktiva dan
kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah
yang tersisa merupakan goodwill.
–
Goodwill
dapar disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara
sistematis selama umur manfaat eknominya.
–
Usaha
patungan dapat dicatat dengan menggunakan metode konsolidasi proporsional atau
metode ekuitas.
–
Perhatian
khusus diberikan terhadap catatan laporan metode translasi mata uangan asing
harus dijelaskan.
–
Biaya
historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud.
–
Persediaan
dinilai yang lebih rendah antara biaya atau pasa.
–
FIFO dan
metode rata merupkan metode yang digunakan untuk menentukan biaya.
–
Aktiva tetap
yang dapat disusutkan ditentukan oleh teris depresiasi pajak.
–
Biaya
penelitian dan pengenban dibebankan pada saat terjadinnya.
–
Sega guna
usaha pembiyaan umunya tidak dikapitalisasikan
–
Pajak
tangguhan umumnya tidak terdapat dalam akun perusahaan individu
3.
JEPANG
Regulasi akuntansi didasarkan pada
tiga undang undang : hukum komersial, undang undang pasar modal dan undang
undang pajak pernhasilkan perusahaan. Untuk memahami akuntansi di Jepang,
seseorang harus memahami budaya, praktik usaha dan sejarah Jepang. Seluruh
perusahaan yang dirikan menurut hokum komesial diwajibkan untuk memenuhi
provisi akuntansi, yang dimuat dalam “ aturan aturan menyangkut neraca, laporan
laba rugi, laporan usaha dan skedul pendukung perusahaan dengan kewajiban
terbatas.
PELAPORAN KEUANGAN
Perusahaan
yang didirikan menurut hokum komerisial diwajibkan untuk menyusun laporan wajib
yang harus mendapat persetujuan dalam rapat tahunan pemegang saham, yang berisi
hal hal berikut :
– Neraca
– Laporan laba rugi
– Laporan usaha
– Proposal atas penetuan pengguna (apropriasi)
laba ditahan
– Skedul pendukung
Sejumlah skedul pendukung juga
wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi :
–
Perubahan
dalam modal sahan dan cadangan wajib
–
Perubahan
dalam obligasi dan utang jangka pendek dan jangka panjang
–
Perubahan
dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
–
Aktiva dalam
penjaminan
–
Jaminan
utang
–
Perubahan
dalam provisi
–
Jumlah yang
terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang, saham pengendali
–
Kepemilikan
ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki
oleh anak perusahaan tersebut
–
Piutang yang
berasal dari anak perusahaan
–
Transaksi
dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali, dan pihak ketiga
yang menimbulkan konflik kepentingan
–
Remunerasi
yang dibayarkan keapda direktur dan auditor wajib
PENGUKURAN AKUNTANSI
–
Akun
perusahaan secara terpisah merupakan
dasar bagi laporan konsolidasi
–
Anak
perusahaan dikonsolidasikan
–
Goodwill
diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan diamortisadi
selama maksimum 20 tahun
–
Metode
ekuitas digunakan untuk investasi pada perusahaan afiliasi ketika induk dan
anak perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan keuangan dan
oprasionalnya
–
Persediaan
dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara
biaya atau harga pasar
–
FIFO, LIFO
dan rata rata seluruhnya merupkan metode arus biaya yang dapat diterima
–
Aktiva tetap
dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan seusai dengan hokum pajak
–
Biaya
penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya
–
Pajak
tangguhan terjadi untuk seluruh perbedaaan karena waktu dengan menggunakan
metode kewajiban.
4. BELANDA
Belanda
merupakan salah satu pendukung pertama atas standar akuntansi internasional
untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian
besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima. Di Belanda akuntansi
dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha. Akibatnya, banyak pemikiran ekonomi
yang dicurahkan terhadap topik topik akuntansi dan khususnya terhadap
pengukuran akuntansi.
REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN
AKUNTANSI
Regulasi di
Belanda tetap liberal hingga tahun 1970 ketika undang undang laporan keuangan
tahunan diberlakukan. Undang undang merupakan bagian dari program besar
perubahan dalam bidang hokum peusahaan. Di antara provisi utama undang undang
tahun 1970 tersebut adalah sebagai berikut :
–
Laporan
keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar mengenai posisi dan
hasil keuangan selama suatu tahun , dan seluruh pos didalamnya haru
dikelompokkan dan dijelaskan secara memadai
–
Laporan
keuangan harus disusun sesuai dengan praktik usaha yang baik ( yaitu akuntansi
dapat diterima oleh kalangan usaha )
–
Dasar
penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus diungkapkan
–
Laporan
keuangan harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan pengaruh material
dari perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan secukupnya
–
Informasi
keuangan komparatif untuk periode sebelumnya harus diungkapkan dalam laporan
keuangan dan catatan kaki yang
–
Menyertainya
Undang undang tersebut juga mendorong pembentukan kelompok studi akuntansi tiga
pihak ( Tripartit ) ( yang digantikan oleh Dewan pelporan tahunan pada tahun
1981 ) dan melahirkan kamar dagang.
LAPORAN KEUANGAN
Laporan
keuangan di Belanda harus memuat hal hal berikut :
–
Neraca
–
Laporan laba
rugi
–
Catatan
catatan
–
Laporan
direksi
–
Informasi
lain yang direkomendasikan
Perusahaan
perusahaan Belanda diperbolehkan untuk menyusun laporan keuangan menggunakan
IFRS atau GAAP AS selain standar akuntansi Belanda.
PENGUKURAN AKUNTANSI
–
Goodwill
merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan
kewajiban dibeli
–
Metode
ekuitas digunakan apabila investor memiliki pengaruh signifikan terhadap
kebijakan usaha dan keuangan
–
Usaha
patungan dapat dicata dengan menggunkan metode ekuitas
–
Biaya
penelitian dan pengembangan dikapitalisasi hanya jika jumlah tersebut dapat
dipulikan dan cukup pasti
–
Pajak
penghasilan diakui berdasarkan konsep alokasi komprehensif ( provisi penuh )
dan diukur menurut metode kewajiban.
5. INGGRIS
Akuntasi di inggris berkembang
sebagai cabang ilmu yang independen dan sevara pragmatis menyikapi kebutuhan
dan praktik usaha. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangkan
profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Masyarakat akuntansi pertama yang
diakui adalah masyarakt akuntansi di Edinburgh, yang disahkan oleh akta kerjaan
pada tahun 1854. Masyarakat yang serupa secara resmi diakui di Glasgow pada
tahun 1855 dan di Aberdeen pada tahun 1867. Akuntansi profesiona bermula pada
masyarakat professional ini.
REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN
AKUNTANSI
Kegiatan
perusahaan yang didirkan di Inggris secara luas diatur oleh aktiva yang disebut
sebagai undang undang perusahaan. Sebagai contoh, pada tahun 1981 direktif
keempat UE diberlakukan, menambah aturan wajib menyangkut bentuk, prinsip
akuntansi dan konvensi dasar akuntansi.
Undang
undang tahung 1981juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi :
–
Pendapatan
dan beban harus ditandingkan menurut dasar akural
–
Pos aktiva
dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban
dinilai secara terpisah
–
Prinsip
konservatisme diterapkan, khususnya dalan pengakuan realisasi laba dan seluruh
kewajiban dan kerugian yang diketahui
–
Penerapan
kebihakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibakan
–
Prinsip
kelangsungan usaha diterapkan unguk perusahaan yang menggunakan akutansi
Berikut enam
badan akutansi di Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif badan
akuntansi yang berdiri pada tahun 1970 :
–
Institut
Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales ( The Institue of Chartered
Accountants in England and Wales-ICAWE )
–
Institut
Akuntan Berizin Resmi di Irlandia ( The Institute of Chartered Accountants
Ireland – ICAI )
–
Institut
Akuntan berizin resmi di Skotlandia ( The Institute of Chartered Accountants in
Scotland – ICAS )
–
Asosiasi
Akuntan Berizin Resmi dan Bersertifikat ( the Association of Chartered
Certified Accountants – ACCA)
–
Institut
Akuntan Manajemen Berizin Resmi ( The Chartered Instute of Management
Accountants – CIMA )
–
Institut
Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi ( the Chartered Institute of Public
Finamce and Accountancy – CIPFA )
Penetapan
standar akuntansi di Inggris dikeluarkan dan dikukuhkan oleh enam badan
akuntansi di atas.
PELAPORAN KEUANGAN
Pelaporan
keuangan di inggris termasuk yang paling komprehensif didunia. Laporan keuangan
umumnya mencakup :
–
Laporan
direksi
–
Laporan laba
dan rugi dan neraca
–
Laporan arus
kas
–
Laporan
total keuntungan dan kerugian yang diakui
–
Laporan
kebijakan akuntansi
–
Catatan atas
referensi dalam laporan keuangan
–
Laporan
auditor
PENGUKURAN AKUNTANSI
Inggris
memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk
penggabungan usaha. Goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar
penyerahan yang dilakukan dan nilai wajar aktiva yang diperoleh. Aktiva dapat
dinilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini atau menggunakan gabungan
keduannya. Depresiasi dan amortisasi harus berhubungan dengan dasar pengukuran
yang digunakan terhadap aktiva terkait. Pajak tangguhan dihitung berdasarkan
metode kewajiban dengan dasar provisi penuh untuk kebanyak perbedaan waktu.
6. AMERIKA SERIKAT
Akuntasi di
Amerika serikat diatur oleh badan sector sawasta ( Badan Standar Akuntansi
Keuangan, atau Financial Accounting Standards Board – FASB ). Hingga tahun
2000, Institut Amerika untuk Akuntan Publik ( American Institute of Certified
Public Accountants – AICPA ).
REGULASI DAN PENEGAKAN ATURAN
AKUNTANSI
System AS
tidak memiliki ketentuan hokum secara umum mengenai penerbitan laporan keuangan
yang diaudit secara periodic. Perusahaan di AS diberntuk berdasarkan hokum
Negara bagian, bukan hokum federal. Prinsip prinsip akuntansi yang diterima
secara umum ( GAAP ) terdiri dari seluruh standar, aturan dan regulasi
akuntansi keuangan yang harus diperhatikan ketika menyusun laporan keuangan.
Karena, FASB dan SEC mempertimabangkan untuk mengubah GAAP AS dari standar
berdasarkan aturan menuju standar berdasarkan prinsip.
PELAPORAN KEUANGAN
Laporan
keuangan tahunan yang semestinya dibuat oleh sebuah perusahaan AS yang besar
meliputi komponen berikut ini :
–
Laporan
manajemen
–
Laporan
auditor
–
Laporan
keugan utama ( laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan laba
komprehensif dan laporan ekuitas pemegang saham )
–
Diskusi
manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan
–
Pengungkapan
atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting terhadap laporan
keuangan
–
Catatan atas
laporan keuangan
–
Perbandingan
data keuangan tertentu selama lima atau sepuluh tahun
–
Data kuartal
terpilih
PENGUKURAN AKUNTANSI
Aturan
pengukuran akuntansi Amerika Serikat mengasumsikan bahwa suatu entitas usaha
akan terus melangsungka usahanya. Menggunakan biaya historis untuk menilai
aktiva berwujud dan tidak berwujud. Metode LIFO, FIFO dan rata diperbolehkan
dan digunakan secara luas dalam penetuan harga persediaan. LIFO yang popular
karena dapat digunakan untuk keperluan pajak penghasil federal. Pajak
penghasilan dihitung dengan menggunakan metode kewajiban.
SEJARAH AKUNTANSI INTERNASIONAL
1.
Double entry
bookkeeping (lucapacioli) Italia àInggris (selanjutnya ke persemakmuran Inggris
termasuk AS)
2.
Model Akuntansi Belanda àdiimpor ke Indonesia
3.
Perkembangan
Akuntansi didukung oleh adanya pendidikan (munculnya sekolah bisnis)
4.
Seiring
perubahan jaman dan perkembangan hubungan internasional, kerumitan akuntansi
semakin menjadi
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi
berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam
kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisi nasional ke kondisi lainnya
sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam
bidang teori dan praktek di seluruh dunia.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama
paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara
bersamaan pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan
meneruskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakuinya sebagai suatu
disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas.
Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa dengan sendirinya
pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang. Pada tingkatan yang agak
kurang, faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di Negara-negara
seperti Brasil, Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan.
Berkebalikkan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional
tersebut adalah bahwa di banyak Negara, akuntansi tetap merupakan masalah
nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan
hukum nasional dan aturan profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas
ketentuan yang sejenis dengan Negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani
manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.
Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini telah lama menjadi
perhatian baik bagi para pengguna maupun penyusun informasi akuntansi. Dalam
tahun-tahun terakhir, usaha-usaha institusi untuk mempersempit perbedaan dalam
pengukuran, pengungkapan dan proses auditing di seluruh dunia semakin intensif
dilakukan.
Referensi:
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting,
Jakarta: Salemba Empat,2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar